Profile Alumni 4: Himmatul Hasanah

Karena kecintaannya kepada binatang yang dirasakan sejak kecil. menghantarkan dia untuk memilih jurusan Nutrisi Ternak di Fakultas Peternakan UNDIP Semarang tahun 1991, dengan jalur PMDK. Sambil mengenang masa SMA nya, Mbak Himmah, begitu panggilan akrabnya, bercerita bahwa rasa sayang kepada binatang sudah tumbuh sejak kecil. Ketika dia mau sekolah dan melihat ada anak ayam yang terjatuh di sungai, Mbak Himmah akan segera menghentikan laju sepedanya dan mengambil anak ayam tersebut dan memastikan anak ayam tersebut aman dan terlindung.
Ditanya soal kenangan di SMA, Mbak Himmah tertawa sembari menjawab “Wah itu sudah lama sekali Nduk.” Lalu dia bercerita bahwa pada waktu bersekolah di SMA Muhi, dia terkenal sebagai siswa yang paling keras meminta agar SMA Muhammadiyah 1 Klaten mewajibkan siswi – siswi nya untuk memakai jilbab. Pada waktu itu memang hanya sedikit sekali siswa yang bersekolah dan memakai jilbab, mungkin tidak sampai 1 % dari jumlah keseluruhan siswa. Dengan segala keberaniannya, Mbak Himmah mengumpulkan tanda tangan ratusan siswa-siswi Muhi yang menjadi simbol dukungan mereka atas ide diwajibkannya siswa Muhi berjilbab.
Setelah lulus dari Muhi tahun 1991, Mbak Himmah melanjutkan S1 di Fakultas Peternakan UNDIP. Pada tahun 1996, Mbak Himmah melanjutkan kuliahnya di Pra Pasca UGM selama 6 bulan dengan beasiswa BPPS, yang kemudian dilanjutkan dengan program S2 di jurusan yang sama dan selesai pada tahun 2000. Tahun 2001 Mbak Hima melanjutkan ke jenjang S3 di Fakultas Peternakana UGM. Karena kesibukannya mengelola perusahaan (CV Hi-San Production), sampai sekarang Mbak Himmah belum menyelesaikan studi S3 nya.
Sejak SMA, Mbak Himma aktif di berbagai kegiatan organisasi, diantaranya menjadi ustadzah bagi 70 anak didik TPA. Ini pula yang sebenarnya memberatkan dia untuk pindah ke Semarang setelah lulus dari SMA. Selain itu, Mbak Himma juga aktif di Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Jawa Tengah, sembari menuntut ilmu di Universitas Diponegoro Semarang. Seperti diungkapkan di buku Profile Pengusaha Indonesia “ Berjuang di IRM membutuhkan perjuangan moral dan materiil.” Dengan uang saku yang sangat terbatas, Mbak Hima akhirnya mulai berjualan baju ke teman teman kos nya sampai kemudian berkembang ke pedagang pedagang.
Agaknya naluri bisnis Mbak Himmah cukup kuat, sehingga dia memberanikan diri untuk mengembangkan perusahaan Garment di Klaten dan di Jakarta dengan pekerja sekitar 500 orang. Pada awalnya perusahaan Mbak Himmah, adalah perusahan Garment Export dan sudah bertahun-tahun melakukan export ke berbagai Negara, namun dengan kondisi krisis keuangan seperti sekarang ini, Mbak Himmah akan merubah perusahaanya menjadi perusahaan dengan market lokal. Diakuinya, dengan latar belakang aktivis dan jiwa sosialnya tidak mudah bagi Mbak Himmah untuk terhanyut dalam dunia kapitalisme bisnis nya. Berbagai masalah menerpa bisnisnya sehingga Mbak Himmah membuat berbagai rencana untuk keluar dari krisis yang menerpa perusahaannya. Mbak Himma yakin Allah sebagai penolong dalam setiap kesulitan.
Profile Alumni 3: RUSTIKA HERLAMBANG

RUSTIKA NUR ISTIQOMAH – kini lebih akrab dengan nama Rustika Herlambang – tak pernah sekalipun berpikir untuk menjadi wartawan seperti sekarang ini. Ketika masih menjadi murid di SMA Muhi (1987-1990), cita-citanya tegas: ingin menjadi seorang pramugari. Dia masih ingat benar ketika dipanggil Pak Thoyib, guru BP yang sangat populer , dan diberikan “pengarahan” mengenai betapa luasnya cita-cita yang bisa diraih. Namun siapa sangka, dia justru tertarik menjadi wartawan –seperti juga Pak Thoyib yang sering menulis untuk majalah Djoyoboyo- sejak selulus kuliah dari Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro, tahun 1995 hingga kini.
Saat ini, Mbak Tika, begitu dia disapa, sebagai Redaktur Eksekutif di Majalah Dewi, sebuah majalah gaya hidup terdepan di Indonesia. Sebelumnya, ia sempat bergabung sebagai wartawan fashion selama lebih dari 5 tahun di harian Media Indonesia, dan pernah meraih penghargaan pertama Fashion Journalist Award 2002 dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Meski demikian, dia mengaku lebih menikmati pengalamannya saat berhasil bertemu dengan petinggi Gerakan Aceh Merdeka di Swedia (satu-satunya wartawan Indonesia yang ditemui secara khusus di markas GAM Swedia), kisah orang-orang terbuang akibat peristiwa G30S PKI di Eropa, atau liputan investigasi yang memungkinkan dia untuk menyamar.

Rustika dan Putrinya, Lilu Herlambang

Rustika dan Lilu Herlambang
Bagi Mbak Tika, menjadi wartawan adalah hal yang sangat menyenangkan. Kehidupannya sarat dengan petualangan. Seperti tertuang dalam blog pribadinya, (www.rustikaherlambang.wordpress.com) dia mengungkapkan, “Bukan hanya tubuh yang mengelana ke ujung dunia, tapi juga pikiran-pikiran kita yang terus menerobos segala batas yang pernah ada. Aku sangat menikmatinya”. Apalagi kini dia menjadi redaktur profil yang memungkinkan dia bisa menyelami kehidupan nara sumbernya secara lebih personal – yang seperti diakuinya penuh dengan rahasia dan misteri. Mbak Tika bisa dikontak melalui email: rustika.herlambang@feminagroup.com
Profile Alumni 2: TEGUH RAHAYU

TEGUH RAHAYU, alumni Muhi ’90 ini lahir di Klaten pada tanggal 27 Sept 1970 dan menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Akuntansi di STIE INABA pada tahun 1994. Sejak tahun 1993 mas Teguh bekerja di Departement Pajak Bandung. M Dua tahun sebelumnya (1991) dia pernah kuliah di UNKRIS Jakarta di Jurusan Ekonomi Manajement sambil jualan es di siang hari untuk membiayai hidupnya. Lalu di tahun yang sama dia pindah ke Bandung dan mengambil kuliah di STIE Bandung, sementara untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, mas Teguh bekerja di wartel setelah kuliah. Mas Teguh juga pernah kuliah di Jurusan Management, Univ Bandung. Sayangnya hanya bertahan 2 tahun karena sering dinas keluar kota. Akhirnya mas Teguh menekuni pekerjaannya di Departement Perpajakan, juga karena terikat dengan Ikatan Dinas.
Disamping kerja di Departement Perpajakan, mas Teguh juga menekuni produksi organik. Mas Teguh mengungkapkan “Saya lihat peluang untuk bisnis di pertanian besar sekali dan ingin ikut melestarikan lingkungan akibat revolusi hijau dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Hasil pertanian mestinya bebas dari residu (kandungan kimia yang tersisa di dalam makanan) dan aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak kita”. Lebih lanjut mas Teguh mengungkapkan bahwa dalam satu musim tanam petani nyemprot pestisida hampir 15 kali, biasa dibayangkan berapa banyak zat kimia yg ada didalam beras yang kita konsumsi sehari-hari.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa untuk hidup sehat kelihatannya lebih mahal. Misalnya saja harga beras organik cenderung lebih mahal dibandingkan beras biasa. Menanggapi hal ini mas Teguh menanggapi “Ya memang sehat itu mahal harganya, selama ini masyarakat kita terkecoh dgn yg mulus-mulus atau putih-putih, padahal kalau mau beli sayur bagus mestinya pilih yang banyak bolongnya. Bekas ulat itu lebih aman karena ulat saja tdk mati. Umur manusia sekarang ini tidak seperti dulu karena pola hidup kita yg tdk terkontrol lagi”.
Saat ini mas Teguh telah dikaruniai 3 anak: Hafiyyan Adji Widagdyo (8 tahun), Nabilla Ambarwati Rahayu (5 tahun) dan Rajendra Dimas Widagdyo (3 tahun), dari pernikahannya dengan Dwi Bekti Suprianti.

Mas Teguh Rahayu dan Keluarga
Saat ditanya soal pengalaman ketika sekolah di Muhi, Mas teguh dulu aktif di PMR dan dia menceritakan betapa bangganya dia saat lomba PMR dan menadapatkan juara umum. Waktu itu mas Teguh kelas 2 SMA. Pernah saat ikut lomba di Batur Ceper, tenda terkena angin kencang, dan roboh semua. Mas Teguh juga mengungkapkan bahwa di kelas, dia bukan termasuk anak yang pintar, karenanya gak banyak disukai oleh teman-teman ceweknya di SMA dulu.
Mas Teguh bisa dikontak melalui Hp di 081 220 402 86
Profile Alumni 1: Setyawan Hesti Wahyudi

SETYAWAN HESTI WAHJUDI, yang biasa dipanggil Hesti atau Tebok, punya cita-cita menjadi petani. Pria kelahiran 1 Oktober 1969 ini awalnya tidak ingin melanjutan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi. Tapi akhirnya karena diterima di ITB Jurusan Geologi, maka dia harus memenuhi janji kepada orangtua nya untuk menyelesaikan kuliah sampai akhir. Hesti mengungkapkan “Ini keajaiban dunia, saya diterima di ITB. Ternyata doa orangtua lebih kuat. Hesti lulus tahun 95 dan terkenal bandel pada waktu sekolah di SMA Muhi dulu. Dia juga suka “ngeyel “ sama gurunya, termasuk Pak Muhni. Kadang-kadang pada waktu pelajaran, dia suka tertidur. Tapi karena dia selalu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, dia terbebas dari kemarahan guru-gurunya.
Setelah menyelesaikan studi di ITB tahun 1994, Hesti bekerja sebagai konsultan tambang di Bandung selama 2 tahun. Kemudian dia pindah ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan bersama teman-teman nya mendirikan perusahan trading batu bara. Pada tahun 2007, Hesti mendirikan perusahan konsultan dan agensi perdagangan batubara yang diberi nama “Karya Citra Barathama”. Perusahaannya juga menjadi perwakilan buyer pembeli dari luar negeri. Bagi Hesti, keberhasilan dan kegagalan sama-sama merupakan suatu ujian yang dihadapi, dan itu rupanya yang menjadi salah satu kunci sukses Hesti.


Mas Hesti memberikan breafing pada staf nya


Pada tanggal 9 Februari 1993 Hesti mempersunting Harini Suprapti sebagai istri. Harini yang biasa disapa “Rin” juga alumni SMA Muhi Klaten. Rupanya banyak cinta bersemi di SMA Muhi Klaten. Pada waktu Hesti kuliah di ITB, Harini kuliah di Akper RS Islam Jakarta. Hesti dikaruniai 3 anak: Wahyuningtyas (15 tahun), Iqbal (12 tahun) dan khomsa (5 tahun).

Hesti dan istri, Harini, sama sama Alumni Muhi Klaten

Mas Hesti dan Keluarga
Ditanya soal pengalaman yang berkesan selama di SMA, Hesti menjawab
“ Pernah di kejar kejar Pak Thoyib dan disuruh potong rambut”. Untungnya Hesti selalu bisa mempertahankan kan prestasinya sebagai juara kelas sehingga terhindar dari kemarahan Pak Toyib. Dibawah bimbingan Pak Endar, Hesti juga pernah juara II LKIR tingkat nasional tahun 86. Dan juara 1 LKIR di Klaten pada tahun 85, tentang Bleduk Kuwu di Purwodadi.
Laporan Reuni Akbar (Bagian 4): Evaluasi
Untuk sebuah event besar, semestinya memang harus dipersiapkan jauh jauh hari. Reuni akbar kali ini dipersiapkan hanya 2 bulan sebelum pelaksanaan, sehingga sangat disadari disana sini masih banya kekurangan yang harus dibenahi di masa yang akan datang.
Dibawah ini beberapa catatan evaluasi, baik dari panitia maupun dari alumni yang disampaikan kepada panitia:
1. Persiapan : sebaiknya Reuni Akbar dipersiapkan paling tidak 4 bulan sebelumnya sehingga akan lebih optimal dalam mencari sponsorship dan menyebarluaskan informasi Reuni/undangan
2. Waktu Pelaksanaan: Reuni yang diselenggarakan setelah lebaran dirasakan sebagai waktu terbaik. Usulan dari Mbak Puji, Mbak Antiq , Ibu Sri Pilihaningtyas dan beberapa alumni lain bahwa pelaksanaan reuni sebaiknya hari ketiga lebaran, kalau hari ke 5 biasanya sudah banyak yang balik kerja.
3. Bakti Sosial ke Panti Asuhan supaya lebih di rencanakan dengan baik dan dilakukan survey awal ke Panti Asuhan sehingga tahu Panti asuhan yang masih aktif dan membutuhkan bantuan.
4. Saran dari mas Teguh sebaiknya acara bakti sosial ini dilaksanakan setiap tahun dan sebaiknya dilaksanakan sebelum lebaran, sehingga alumni juga bisa menyalurkan zakat infaq nya melalui SMA Muhi. Acara bisa berupa buka bersama mengundang anak Panti Asuhan lalu menyerahkan zakat dan infaq ke masyarakat yang berhak menerimanya.
5. Banyak alumni yang tidak mendapatkan undangan reuni karena data base nya tidak tersedia. Kedepan perlu difikirkan publikasi yang lebih optimal sehingga lebih banyak alumni yang tahu dan berpartisipasi. Reuni Akbar tahun ini telah menyebarkan sekitar 4000 undangan hard copy dan juga ratusan undangan melalui facebook. Perlu pula diperhatikan masukan dari salah satu alumni, bahwa tidak semua alumni mendapatkan akses internet dan tergabung dalam facebook, sehingga undangan semestinya juga mencapai alumni yang tidak mendapatkan akses internet. Mas Hasan Besari memberikan masukan supaya kita membentuk kontak person per angkatan atau per daerah sehingga diharapkan undangan bisa lebih maksimal.
6. Pendampingan OSIS. Alumni perlu mendampingi kerja dari adik adik OSIS. Mereka sangat bersemangat, tapi memang belum banyak pengalaman, sehingga kalau tidak diarahkan dan didampingi, hasil kerjanya kurang optimal. Peran mereka tentunya sangat vital dalam kepanitiaan, khususnya pada waktu persiapan dan hari H.
7. Acara Reuni Akbar dirasa paling effektif mulai jam 9 sampai jam 1 siang. Sehingga perlu dirancang acara yang efektif dan efisien. Bisa juga acara dibagi dalam 2 tahap. Yang pertama acara semua alumni di aula, seperti yang dilakukan dalam Reuni Akbar kemaren. Setelah makan siang acara bisa dilanjutkan pertemuan per angkatan. Untuk Band dirasakan sangat meneghibur dan bisa terus direkomendasikan untuk reuni yan akan datang jika budget nya ada. Juga acara lucky draw atau doorprize cukup menghibur peserta.
8. Untuk suvenir yang dijual, paling laku adalah mug, kemudian payung,pin dan gantungan kunci.
9. Pemesanan kaos dan pengambilan bisa menjadi hal yang agak ribet. Perlu kehati hatian dan extra teliti untuk mengurusi masalah ini.
10. Untuk lebih memudahkan kerja panitia, sebaiknya pendaftaran via transfer sebaiknya langsung di konfirmasikan kepada panitia karena ada beberapa pendaftar yang sudah mentransfer tapi tidak langdung konfirmasi ke panitia.
11. Biaya Reuni yang paling ideal adalah Rp. 30.000 bagi yang masih kuliah atau belum bekerja. Untuk yang sudah bekerja bisa memberikan lebih sebagai bantuan pembiayaan acara dan donasi bakti sosial. Untuk tahun yang akan datang tentunya bisa disesuaikan.
12. Untuk lebih menghemat pengeluaran, undangan yang dikirimkan hardcopy sebaiknya hanya 2 lembar bolak balik, undangan dan acara. Sedangkan untuk biodata bisa diisi ketika Reuni berlangsung.
13. Profile Alumni untuk yang akan datang mudah mudahan lebih beragam.
14. Perlu mengoptimalkan alumni yang bekerja di media untuk publikasi.
Untuk evaluasi selanjutnya, silahkan teman teman panitia lain bisa menambahkan. Juga terbuka bagi alumni yang ingin memberikan masukan evaluasi dan rekomendasinya untuk pelaksanaan reuni kedepan.
Salam hangat dari DjogjA,
Elis
Bagian 3 : AKTIVITAS SOSIAL ALUMNI DAN SISWA MUHI KLATEN
Beberapa kali panitia mendapatkan pertanyaan “Apa sich yang kita dapat dari Reuni? “. Mungkin seharusnya pertanyaan itu kita kembangkan dengan ikut Reuni, apa yang bisa kita berikan untuk masyarakat Klaten?
Tgl 25 Sept 2009, telah di laksanakan Pengobatan Gratis bagi masyarakat Jatinom dan sekitarnya di PKU Muhammadiyah Jatinom. Ada 97 masyarakat yang mendaftarkan diri untuk memeriksakan diri dalam pengobatan gratis tersebut. Tim dokter dan perawat dari RSIA Aisyiyah Klaten dan PKU Muhammadiyah Jatinom. Jasa dokter dan perawat dibayar oleh RSIA dan PKU Jatinom, sedangkan Panitia Reuni Akbar menanggung akomodasi, obat-obatan dan sewa perlengkapan. Tentunya kami sangat bersyukur RSIA Aisyiyah Klaten dan PKU Jatinom bersedia bekerjasama untuk acara pengobatan gratis ini dan panitia belajar banyak dari dr. Maimun, Direktur RSIA KLaten yang membuka jalan kerjasama ini. Kami juga dibantu Ibu Aisyiyah Cabang Jatinom yang door to door mengedarkan kupon Pengobaran Gratis kepada warga yang membutuhkan.

Pengobatan Gratis1

Pengobatan Gratis2

Pemberian Obat kepada Pasien
Ketika di Jatinom, saya sempat berbincang bincang dengan beberapa warga yang ikut dalam pengobatan gratis dan mereka merasa itu sangat membantu, apalagi ada beberapa warga yang tampaknya sakit agak serius dan bisa berkonsultasi gratis dengan dokter dan mendapatkan obat sementara. Mudah-mudahan pengobatan gratis ini kedepan bisa dikembangkan untuk Program Kartu Sehat bagi masyarakat miskin yang membutuhkan biaya berobat. Kartu sehat ini akan kita usulkan sebagai kegiataan riil bagi alumni Muhi yang ingin menyalurkan bantuannya. Saya jadi ingat kata kata Pak Saladin “Bagi beberapa orang memberi adalah sebuah kebutuhan dan itu harus difasilitasi”.

Panitia bersama Tim Dokter dan Perawat RSIA KLaten dan PKU Muh Jatinom
Sementara itu pada jam yang hampir bersamaan, di SMA Muhi Klaten dilangsungkan Bazaar Sembako Murah. 270 kupon disediakan oleh Panitia dan Pak RT yang membagikan kupon tersebut ke warga. Paket Sembako ini berisi beras 2.5 kg, minyak madina 1 liter, dan mie isntan 5 buah. Harga normal dari paket Sembako tersebut mencapai Rp. 27.000, namun dalam bazaar murah tersebut, paket sembako dijual Rp. 15.000. Beras yang digunakan dalam bazaar sembako murah adalah donasi dari mas Teguh, yang mendonasikan 1.5 ton beras dan sebagian besarnya untuk bakti sosial di Panti Asuhan.

Bazaar Murah1

Pagi itu juga Pak Aris Munawar, guru Muhi yang juga alumni Muhi sekaligus penasehat untuk acara Reuni Akbar ini mengkoordinir pelaksanaan Bakti Sosial buku yang berjumlah sekitar 1300. Buku buku tersebut di buat dakam bentuk paket paket kecil di berikan ke anak anak Yatim dan anak anak miskin di berbagai kecamatan di Klaten. Buku buku tersebut adalah donasi dari siswa siswi Muhi dan beberapa alumni.
Setelah sholat jum’at, mas Erick memimpin tim untuk menyampaikan beras dan mie instant 30 dus ke beberapa panti asuhan. Karena waktu persiapan yang hanya 2 bulan, kami ke panti asuhan berdasarkan data yang ada, tanpa survey terlebih dahulu dan ternyata ada panti asuhan fiktif, ada dalam daftar dan ada alamatnya, ketika dicari ternyata panti asuhan tersebut tidak ada. Bantuan tersebut telah disampaikan ke 5 panti asuhan di beberapa kecamatan di Klaten (mas Erik akan memberikan laporan detailnya tersendiri). Pemberian bantuan ini diteruskan tanggal 26 Sept karena masih ada beberapa bantuan tambahan dari alumni yang kemudian kami sampaikan sesuai dengan amanah dari teman teman alumni.
Kami sangat bersyukur dan berterimakasih bahwa alumni dan siswa bisa bersama sama dalam kegiatan bakti sosial ini, sehingga Reuni Akbar selain sebagai wahana silaturrahmi juga sebagai wahana amal bagi alumni. Trimakasih atas bantuan teman teman dan kepercayaan menyalurkan bantuan lewat Panitia Reuni Akbar
(berlanjut ke tulisan 4 – Evaluasi Reuni Akbar).
SEKILAS LAPORAN REUNI AKBAR (Bag. 2) SMA MUHAMMADIYAH 1 KLATEN
Setelah makan siang, alumni berprotret per angkatan. Ada yang juga yang gabungan beberapa angkatan karena ternyata ada yang satu angkatan kurang dari 10 orang. Band masih terus menghibur alumni. Beberapa panitia juga berada disekitar panggung band dan menikmati hiburan musik. Ditengah tengah hiburan musik, Hana, koordinator acara dari OSIS mengadakan lucky draw yang kedua dengan hadiah Hp dan suvenir dari panitia berupa payung, mug, pin dan gantungan kunci. Hp smart yang berjumlah 10 untuk lucky adalah donasi dari Mbak Ina Sa’diyati.Trimakasih Mbak.
Sementara itu ada 17 alumni yang dimoderatori oleh Pak Suhud, berkumpul di ruang Guru dan membicarakan jaringan alumni SMA Muhi Klaten. Mereka mewakili angkatan 75, 76, 82, 85, 87, 88, 90, 92, 94, dan 2002. Mereka adalah Pak Jalwo, Mbak Sriningsih, Mas Apung, Mas Hesti, Mas Erick, Pak Suhud, Syaiful, Ridwan Yunanto, mas Arif Hartono, Mas Anton Sanjaya, Elis, Mas Tri Winarso, Mbak Yuna, mas Aris Munawar, mas Munir dan mas Muh Ismail. Idealnya setiap angkatan bisa mewakili ke dalam pertemuan tersebut. Namun ke17 orang tersebut mudah mudahan bisa mewakili suara masing-masing angkatan.
Seperti sudah menjadi perbincangan atau wacana sebelum Reuni, banyak alumni yang memberikan usulan agar jaringan alumni Muhi di aktifkan lagi. Dulu sempat ada EXISMA, lalu FOREKSISMA yang menurut pengakuan pengurus nya terakhir mengadakan kegiatan tahun 2003. Pak Suhud, dalam pengantar nya menyampaikan apapun namanya nanti, yang diperlukan sekarang adalah menghidupkan Ikatan Keluarga Alumni SMA Muhi. Kemudian disepakati pemilihan PANITIA PEMBENTUKAN IKATAN ALUMNI KELUARGA SMA MUHI KLATEN. Sebagai Penanggungjawabnya adalah Pak Muhni selaku Kepala SMA Muhi Klaten.
Berikut susunan kepanitiaannya:
Penanggung Jawab : Bapak Drs. H. Muhni
Ketua Panitia : Aris Munawar
Sekretaris : Elis Z. Anis & Zulkhan Efendy
Bendahara : Junairi Muslichah (Yuna)
Anggota Team : Pak Suhud, Tri Winarso, Anton Sanjaya, Ibu Keksi, Agus Murtana, Bambang Saptono, Nurkholis Majid, Sujalwo, Sriningsih, Purwanto, Setyawan Hesti Wahjudi, Yuni Rukmanto, Syaiful R. H, Ridwan Yunanto, Arif Hartono, Muh Ismail, Afiuddin, Catur, Munir, Didit, dan Arifuddin.
Tentu masih dimungkinkan penambahan anggota team yang akan ikut mempersiapkan Pembentukan atau pengaktifan kembali Ikatan Keluarga Alumni SMA Muhi Klaten. Teman teman yang punya waktu dan bersedia masuk menjadi panitia pembentukan bisa menghubungi saya atau Zulkhan selaku sekretaris panitia. Rapat perdana panitia pembentukan akan dilaksanakan hari sabtu, 17 OKt 2009 di SMA Muhi Klaten, pk. 09.00 WIB (tentative).
Teman teman alumni yang ingin memberikan sumbang saran nya juga kami persilahkan untuk mengirimkan saran nya via email ke alumni.muhi@gmail.com. Yang pasti dalam 3-5 tahun kedepan kita berharap bisa merampunglan database alumni Muhi yang jumlahnya ribuan dan telah tersebar ke berbagai daerah. Kami sangat berterimakasih kepada rekan rekan alumni yang telah mengisi bioadata pada saat Reuni Berlangsung. Bagi alumni yang berhalangan datang, kami juga minta untuk mengisi biodatanya atau mengirimkan Curiculum Vitae nya. Data alumni ini sangat penting khususnya bagi SMA Muhi dan juga untuk mewujudkan jaringan dan kerjasama antar alumni sendiri.
(bersambung bagian 3).
SEKILAS LAPORAN REUNI AKBAR (1) SMA MUHI KLATEN

Suasana Haru Ketika Bertemu Kawan Lama
KLATEN, 25-26 SEPTEMBER 2009
Rasa haru dan tentunya bahagia menyertai para alumni ketika dipertemukan kembali setelah bertahun-tahun tidak bersua dengan teman sekelasnya, guru-guru Muhi dan juga gedung tempat mereka dulu menuntut ilmu. Merekapun lalu saling bersalaman, berpelukan, dan kemudian mengalirlah satu demi satu cerita masa lalu, berlanjut masa setelah SMA, dan juga masa sekarang. Tentu banyak sekali yang telah terjadi, utamanya bagi alumni 70 dan 80 an. Sebagai panitia sekaligus alumni perasaan saya juga menjadi haru biru melihat tawa-tawa alumni yang saling berangkulan, memperhatikan perbedaan wajah diantara mereka setelah sekian tahun tidak bertemu. Juga ketika tangan tangan alumni terulur menghaturkan rasa hormat kepada guru Muhi. Semua itu, memberikan kesan tersendiri dari Reuni Akbar 2009 SMA Muhi Klaten ini.
Acara jalan sehat yang dijadwalkan jam 08.00 pagi ternyata tidak jadi dilaksanakan. Kendalanya karena jam 08.00 pagi belum banyak alumni yang datang, baru ada panitia yang sibuk kesana kemari mempersiapkan pelaksanaan Reuni Akbar. Padahal nich, 15 polisi dari Polres dan Polsek sudah datang sejak pagi dan siap mengatur lalu lintas. Lalu jam 09.00 acara Donor Darah dimulai, sementara itu peserta Reuni sudah semakin banyak yang datang, mereka lalu membentuk group-group kecil. Tentu bisa dibayangkan group-group itu berdasarkan angkatan (tahun lulus).
Acara seremoni Reuni Akbar baru dimulai sekitar pukul 10 pagi, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Sangat sulit memang meminta para alumni yang sedang asyik bertemu dengan teman-teman seangkatan. Master of Ceremony (M.C.) harus memanggil berkali kali supaya para alumni masuk ke Aula untuk mengikuti seremoni Reuni Akbar. Seremoni diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran dan terjemahannya, yang dibacakan oleh siswa SMA Muhi Klaten ( Nafsi & Fatimah). Lalu mas Erick memberikan sambutannya dan menyampaikan rasa terimakasih atas kehadiran alumni, dukungan dari Pak Muhni dan Pihak SMA Muhi Klaten, juga donatur yang telah banyak membantu dan panitia yang telah bekerja keras dalam rangka mensukseskan Reuni Akbar Muhi Klaten 2009. Sambutan berikutnya dari Pak Muhni yang menyampaikan Selamat Datang di SMA Muhi, memberikan update SMA Muhi dan menyampaikan dengan jalan apa alumni bisa membantu SMA Muhi Klaten.

Yuni Erick Rukmanto, Ketua SC

Pak Muhni, Kepala Sekolah SMA Muhi Klaten
Sambutan berikutnya dari Pak Suhud, alumni Muhi yang mewakili DIKDASMEN Kab Klaten. Pak Suhud, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini SMA Muhammadiyah mengalami penurunan dalam hal jumlah siswa, karena SMA Negeri yang cenderung tidak membatasi jumlah siswa dan banyak masyarakat yang cenderung memilih SMK (dulu STM/SMEA) sebagai alternatif sekolah yang siap kerja. Karena itu alumni diharapkan ikut mempromosikan SMA Muhi dan sekaligus memperkuat jaringan alumni untuk kemajuan SMA Muhi di masa yang akan datang.

Bapak Suhud Eko Yuwono, Dikdasmen, Alumni Muhi
Sebagai bagian dari Reuni Akbar ini, ditampilkan 8 profile Alumni SMA Muhi Klaten. Profile Alumni ini dimaksudkan sebagai sebuah persembahan bagi guru-guru Muhi dan sebagai inspirasi bagi alumni lain dan juga bagi adik-adik siswa SMA Muhi Klaten. Kedelapan alumni tersebut adalah: (1) Dumaery, M. A – dosen UGM (2) Saladin, Ph. D. – Dosen ITB (3) Ir. Puji Wibawaty – Pertanian (4) Setyawan Hesti Wahyudi – Pertambangan (5) Teguh Rahayu – Perpajakan & Perusahaan Produk Organik (6) Rustika Herlambang – wartawan senior (7) Himmatul Hasanah – Pengusaha Garment (8) Fajar Suminto – Peneliti & Aktivis. Profile alumni tersebut setidaknya memberikan gambaran bahwa Alumni Muhi telah berhasil di berbagai bidang kerja yang beragam. Alumni bisa memanfaatkan jaringan ini sesuai dengan bidang yang diminati masing-masing. Diakhir acara profile alumni ini, mas Teguh memberikan kenang-kenang an kepada SMA Muhi Klaten berupa seperangkat komputer. Mas Teguh juga memberikan sample produk organik kepada dua kelompok tani.

Mas Teguh Memberikan Seperangkat Komputer untuk SMA Muhi
Setelah profile alumni selesei dilanjutkan dengan acara lucky draw I dengan hadiah 4 buah HP smart. HP Smart ini pemberian dari salah seorang alumni Muhi. Panitia menempelkan tulisan Anda Beruntung Mendapatkan Hp Smart, sebanyak 4, dibawah kursi yang di duduki alumni beserta keluarga, di Aula SMA Muh 1 Klaten.
Dalam jadwal acara sebenarnya direncanakan acara Sarasehan antara pihak sekolah dengan alumni, namun karena Pak Muhni sudah menyampaikan update SMA Muhi dalam sambutannya, maka acara kemudian diisi dengan begbagai pesan dan kesan oleh Alumni, diantaranya oleh Mbak Sriningsih yang sekarang tinggal di Yogya.

Mbak Sriningsih, Alumni, Tinggal di Jogja
Sekitar pukul 12 siang peserta break untuk makan siang. Mereka menukarkan kupon makan ke panitia dan selanjutnya menikmati makan siang bersama sambil menikmati alunan band dari berbagai group, termasuk Group Band Koes Ploes Guru SMA Muhi Klaten. Penampilan Pak Agus Cahyono cs cukup memukau dan menghibur peserta Reuni. Juga band lainnya membuat alumni yang masih mudah muda ikut berjingrak jingkrak menikmati musik regge yang mengalun.

Group Band KOes Ploes SMA Muhi Klaten
Dari catatan panitia, jumlah alumni yang hadir beserta keluarga, tamu undangan dan OSIS adalah 450 orang.
(bersambung bag. 2 : Jaringan Alumni, bag. 3 Bakti sosial , bazaar murah, dan Pengobatan gratis).
A Note of Thanks

PANITIA REUNI AKBAR 2009 SMA MUHI KLATEN
Puji syukur dan rasa bahagia menyertai lubuk dalam para panitia saat Reuni Akbar telah terlaksana dengan 450 peserta berpartisipasi, termasuk pengajar SMA Muhammadiyah 1 Klaten, OSIS, Alumni dan keluarga mereka. Tentunya rasa syukur ini kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dalam menjalankan persiapan dan pelaksanaan Reuni Akbar ini. Kesuksesan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan yang penuh dari Pak Muhni, Kepala Sekolah Muhi Klaten, Pak Aris sebagai penasehat dalam kepanitiaan, Pak Agus Anas, Pak Agus Cahyo, Pak Otong, Bu Keksi, Mbak Dian dan semua guru Muhi yang telah memberikan dorongannya. Trimakasih banyak kami haturkan.
Rasanya hati saya menjadi sangat berbunga bunga ketika melihat alumi alumni, kakak kakak kelas, yang sudah belasan tahun tidak bertemu, dan kembali dipertemukan dalam Reuni Akbar 2009 ini. Tentu kehadiran teman teman alumni semua yang memungkinkan Reuni Akbar ini berlangsung. Tanpa dukungan dan kehadiran alumni, tentulah Reuni Akbar tidak akan terwujud. Kepada semua alumni yang telah menyempatkan hadir, atau yang telah mendaftar namun berhalangan hadir.
Juga kepada alumni yang telah memberikan sumbangannya, menyalurkan shodaqohnya: Mas Teguh, mas Hesti, pak Saladin, Mbak Rustika, Mbak Himmah, Mas Yusuf, Mas Tri Winarso, Mas Sutarno, Mbak Tri, Mas Anim, Mbak Ina Sa’diyati, Ridwan Yunanto, dik Agus dan semua alumni yang telah membantu, kami sampaikan banyak terimakasih. Semoga Allah membalas kebaikan teman teman semua. Amin.
Bagi saya, dan juga mungkin dirasakan oleh teman teman panitia yang lain, hikmah terbesar dari Reuni Akbar ini adalah didekatkannya kami antar panitia, bukan hanya sebagai sesama alumni, tapi rasanya saya sudah bersaudara dengan Mbak Yuna, mas Erick, Zulkhan, Afid, Catur, Didit, Arif, Walgunadi, Fajar, Anton, mas Muklis, Lia, mas Alfian, mas Arif Hartono, dll. Saya masih ingat seusai buka bersama tanggal 18 Sept 09, panitia masih merampungkan beberapa persiapan dan tidak terasa sampai jam 2 pagi, dan saya mendapati Catur, Afid, Mas Erick, Mbak Yuna tertidur dengan diantara kertas kertas yang berserakan, sampai jam 3 pagi kami dibangunkan untuk Sahur.
Mbak Yuna yang baru saya kenal 2 bulan yang lalu kini seperti telah menjadi orang yang sangat dekat. Rasanya kehadiran Mbak Yuna sebagai panitia merupakan anugerah. Figurnya yang keibuan, rumahnya yang selalu dijadikan base camp panitia, hatinya yang selalu terbuka mendengarkan setiap keluh kesah, dan juga keluarganya yang sangat terbuka dan bersedia direpoti oleh panitia selama berbulan bulan. Bantuan yang tanpa batas telah diberikan oleh Mbak Yuna sekeluarga. Rasa terimakasih dan salut atas kerja keras Mbak Yuna harus kami sampaikan. Lalu mas Erick, yang dengan kesabarannya melakukan yang terbaik, meski berdomisili di Jakarta, tapi komunikasi tidak pernah putus. Trimakasih banyak mas Erick. Zulkhan Effendi, yang meskipun masih berkutat dengan thesis nya, memprioritaskan kerja sebagai Panitia Reuni Akbar. Kerja Zulkhan sebagai Panitia SC Luar biasa. Dia mungkin yang paling cekatan dalam membimbing dan mengorganize kerja adik adik OSIS dan Panitia OC. Zul, trimakasih banyak atas kerja keras nya. Trimakasih pula telah saling menguatkan selama ini, dikala virus pesimis menyerang. Catur dan Afid juga telah bekerja dengan sangat keras, tanpa lelah mengurusi banyak hal, membuat desain dan mengatur acara dan dokumentasi. Trimakasih banyak Fid dan catur. Mas Arif Hartono, Didit, Arif, Fajar, Anton, Mas Muklis, Lia dan Walgunadi yang telah banyak membantu dalam kepanitiaan. Trimakasih banyak.
Kerja keras dan team work dari adik adik Panitia OC SMA Muhi Klaten juga sangat kami hargai dan kami sangat berterimakasih atas bantuan adik adik semua. Masih ingat ketika memasuki bulan ramadhan, adik adik dengan semangat mengantar kan undangan ke berbagai daerah. Panas dan terik matahari tidak dirasakan. Semangat adik adik yang menjadikan salah satu faktor keberhasilan Reuni Akbar ini. Trimakasih banyak dik.
Untuk mengakhiri ucapan terimkasih ini, saya ingin mengungkapkan “Tidak ada Gading yang Tak Retak”, demikian pula dengan kegiatan Reuni Akbar ini. Dengan persiapan yang hanya 2 bulan, kami sangat yakin ada banyak kekurangan yang terjadi disana sini baik dalam persiapan maupun dalam pelaksanaan Reuni Akbar kali ini. Kepada para alumni kami memohon maaf yang sebesar besarnya atas segala kekurangan maupun kesalahan yang kami perbuat. Kami juga terbuka dan sangat menghargai masukan dari rekan-rekan semua. Kami yakin semua saran yang telah disampaikan adalah untuk sesuatu yang lebih baik di masa yang akan datang. Sekali lagi trimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan acara Reuni Akbar Muhi Klaten 2009.
Salam hangat,
Elis
Panitia SC – alumni 94
Muhiklaten.info sudah aktif lagi
Setelah Kurang lebih seminggu Blog muhiklaten.info tidak bisa di akses, sekarang sudah bisa di akses lagi.
Hal ini di karenakan hosting yang kami sewa di serang hacker sehingga menyebabkan semua data, semua postingan hilang. atas kejadian itu perusahaan penyewa server/hosting telah tutup, padahal kelas dunia.
saya juga minta maaf karena semua tulisan yang telah ada hilang semua. Saya berharap rekan-rekan semua masih bersedia menyumbangkan tulisan demi kelangsungan blog ini.
Saya pindahkan hostingnya, numpang di hostingnya mbak elis.
Mudah-mudahan blog ini masih terus bisa eksis untuk memberikan informasi tentang berbagai hal dari alumni.
Terima kasih mbak elis yang mau di tumpangin .. heheheh..
bagi rekan-rekan yang masih berkenan memberikan tulisan silahkan memberi komentar nanti akan saya buatkan account agar bisa mengakses blog ini.
Setelah Bertemu di reuni akbar muhi 2009 kemarin, dari omong-omong an akan mengadakan reuni khusus alumni yang lulus tahun ‘1992 akhirnya rekan-rekan pelopor reuni telah mengadakan rapat kecil di rumah ...