Untuk menghindari macet, aku sekeluargo mudik setelah sholat Ied ( sekitar jam 10.00 WIB), dan memang bener mulai masuk Cirebon-Brebes-Tegal jalanan lancar2 saja. Dengan mobil butut aku masih kuat juga nyopir sendiri tanpa ada pengganti, Istri dan ke-3 anaku sangat menikmati perjalanan. Di Pemalang kita istirahat sholat dan makan, tidak lama kami jalan lagi supaya cepat nyampai Klaten, karena yang ada dalam perasaan ini cuma pingin cepet ngumpul sama keluarga dan ketemu temen2 dalam reuni di Muhi.
Sekitar Jam 18.30 kami sampai di Boyolali, dan Galih anak pertamaku ngomong aja laper, akhirnya kami berhenti makan Bebek Goreng sekalian sholat Maghrib. Sampai di Klaten sekitar jam 21.00 aku gak langsung ke rumah tapi karena ada rasa kangen aku mampir dulu ke rumah Wildan untuk sekedar ngobrol2. Hari Selasa aku telpon Syamsu yang tinggal di Gunung Kidul untuk janjian ketemu di rumah Riyanto sekalian nengok kondisi Riyanto yang sangat membuat aku sedih. Dia salah satu korban gempa yang membuat dia lumpuh, dan selama ini kondisinya sangat memprihatinkan. Namun demikian saya sangat salut dengan kesabaran dan ketabahannya. Saat ngobrol dia terlihat semangat, dan seolah gak mau kita tinggal untuk pulang. Kita bertiga sangat puas bercerita tentang masa2 SMA dulu.
Hari Kamis kita menghadiri Reuni khusus angkatan 86 di aula Muhi. Taufik, Nining, M. Dayat, Teguh, Rahman, Fudiyanti dll saling berangkulan untuk melepas rasa kangen. Walau kita sudah mulai beranjak tua ( wis 40 tahuna lo cah) tapi semangat yang terpancar diwajah rekan2 seperti masih di SMA. Teman2 saling bertukar cerita dan pengalaman. Jarot jadi Guru, Papuk Pengusaha Swalayan, Taufik pengusaha EO, Condro dali Lurah….wis pokoke gayeng banget. Hari Sabtu aku datang pada Reuni Akbar, memang disini banyak alumni yang gak aku kenal, utnuk itu aku cari temen2 angkatan 86 dan tak lupa aku nyari CATUR yang dari dulu menjaga keamanan kendaraan murid2, dan alhamdulillah ketemu (ora pangling meneh). Setelah ketemu dengan temen angkatan 86, kita putuskan untuk ngobrol dan bernostalgia di ruang kelas IPA-6 ( sing lokasine no pojok paling wetan kae lo cah). Sebelum kita pulang, kita menyempatkan ngobrol secara khusus dengan Pak Mughni dan sekalian berfoto ria (la fotone digowo Elfi).
Hari Senin Aku dan keluarga balik ke Majalengka, kali ini kami memilih jalan lewat Jogja-Purworejo-Kebumen-Gombong-Wangon sampai Majalengka. Tak lupa aku minta pengestu pamit karo konco2 kabeh.