Himmah copy

Karena kecintaannya kepada binatang yang dirasakan sejak kecil. menghantarkan dia untuk memilih jurusan Nutrisi Ternak di Fakultas Peternakan UNDIP Semarang tahun 1991, dengan  jalur PMDK. Sambil mengenang masa SMA nya,  Mbak Himmah, begitu panggilan akrabnya, bercerita bahwa rasa sayang kepada binatang sudah tumbuh sejak kecil. Ketika dia mau sekolah dan melihat ada anak ayam yang terjatuh di sungai, Mbak Himmah akan segera menghentikan laju sepedanya dan mengambil anak ayam tersebut dan memastikan anak ayam tersebut aman dan terlindung.

Ditanya soal kenangan di SMA, Mbak Himmah tertawa sembari menjawab “Wah itu sudah lama sekali Nduk.” Lalu dia bercerita bahwa pada waktu bersekolah di SMA Muhi, dia terkenal sebagai siswa yang paling keras meminta agar SMA Muhammadiyah 1 Klaten mewajibkan siswi – siswi nya untuk memakai jilbab. Pada waktu itu memang hanya sedikit sekali siswa yang bersekolah dan memakai jilbab, mungkin tidak sampai 1 % dari jumlah keseluruhan siswa. Dengan segala keberaniannya, Mbak Himmah mengumpulkan tanda tangan ratusan siswa-siswi Muhi yang menjadi simbol dukungan mereka atas ide diwajibkannya siswa Muhi berjilbab.

Setelah lulus dari Muhi tahun 1991, Mbak Himmah melanjutkan S1 di Fakultas Peternakan UNDIP. Pada tahun 1996, Mbak Himmah melanjutkan kuliahnya di Pra Pasca UGM selama 6 bulan dengan beasiswa BPPS, yang kemudian dilanjutkan dengan program S2 di jurusan yang sama dan selesai pada tahun 2000. Tahun 2001 Mbak Hima melanjutkan ke jenjang S3 di Fakultas Peternakana UGM.  Karena kesibukannya mengelola perusahaan (CV Hi-San Production), sampai sekarang Mbak Himmah belum menyelesaikan studi S3 nya.

Sejak SMA, Mbak Himma aktif di berbagai kegiatan organisasi, diantaranya  menjadi ustadzah bagi 70 anak didik TPA. Ini pula yang sebenarnya memberatkan dia untuk pindah ke Semarang setelah lulus dari SMA. Selain itu, Mbak Himma juga aktif di Pimpinan Wilayah Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Jawa Tengah, sembari menuntut ilmu di Universitas Diponegoro Semarang. Seperti diungkapkan di buku Profile Pengusaha Indonesia “ Berjuang di IRM membutuhkan perjuangan moral dan materiil.” Dengan uang saku yang sangat terbatas, Mbak Hima akhirnya mulai berjualan baju ke teman teman kos nya sampai kemudian berkembang ke pedagang pedagang.

Agaknya naluri bisnis Mbak Himmah cukup kuat, sehingga dia memberanikan diri untuk mengembangkan perusahaan Garment di Klaten dan di Jakarta dengan pekerja sekitar 500 orang. Pada awalnya perusahaan Mbak Himmah, adalah perusahan Garment Export dan sudah bertahun-tahun melakukan export ke berbagai Negara, namun dengan kondisi krisis keuangan seperti sekarang ini, Mbak Himmah akan merubah perusahaanya menjadi perusahaan dengan market lokal. Diakuinya, dengan latar belakang aktivis dan jiwa sosialnya tidak mudah bagi Mbak Himmah untuk terhanyut dalam dunia kapitalisme bisnis nya. Berbagai masalah menerpa bisnisnya sehingga Mbak Himmah membuat berbagai rencana untuk keluar dari krisis yang menerpa perusahaannya. Mbak Himma yakin Allah sebagai penolong dalam setiap kesulitan.