Ir. Puji Wibawaty

Puji copy

Alumni SMA Muhi tahun 82 ini, setelah menamatkan kuliah di IPB, kemudian bekerja sebagai Pejabat Pembuat Komitment (PPK, dulu dikenal dengan nama Pimpro) di Dinas Pertanian Lampung Tengah. Sebelumnya mbak Puji bekerja di Dinas Pertanian provinsi Lampung. Baginya setiap pekerjaan adalah Ibadah dan sekaligus amanah. Mbak Puji selalu membagi kerjanya dengan staff karena dia yakin bahwa pekerjaan tidak bisa dilakukan sendiri. Hanya saja perlu perencanaan yang cermat,  kontrol yang ketat,  dan disiplin dalam menepati jadwal yang telah dibuat.

Perjalanan karirnya ke Lampung karena mengikuti suami (Drs, Haidir Syah) yang berasal dari lampung. Doanya untuk mendapatkan suami yang sholeh dan dapat membimbing dia dan keluarganya rupanya dikabulkan Yang Kuasa. Sang suami adalah alumni Pondok Pesantren Gontor dan telah menyelesaikan studi di Fakultas Ushuluddin, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mbak Puji dikaruniai empat anak:  (1) Zahra Aulia FItri, 21 tahun, kuliah di UNY  (2) Nabila Hanum, 17 tahun, SMA Al Kautsar Bandar Lampung, (3) Faiz Fahmi Baihaqy, SMA Muhi Klaten dan (4) Muthia Balqis, MTsN 2 Sukarame Bandar Lampung.

My Famz. copy

Kenangan tentang SMA Muhi Klaten ternyata tidak lepas dari benak Mbak Puji. Kenangan saat ditaksir oleh Guru Karate nya dan juga guru bahasa Inggris saat masih menjadi siswa di Muhi masih terkenang sampai sekarang. Selama sekolah di Muhi Klaten Mbak Puji selalu meraih prestasi sebagai JUARA UMUM. Namanya selalu terpampang di papan tulis kelasnya, ditulis di deretan paling atas karena prestasinya. Hingga lulus, dia bisa mempertahankan prestasinya sehingga bisa masuk ITB dengan bebas test. Boleh di bilang nilainya disemua mata pelajaran hampir selalu 10. Jika mendapatkan nilai 9 atau 8, Mbak Puji akan menangis dan sampai dirumah, tanpa ganti baju, langsung menganalisa jawaban jawaban nya dan mencari tahu dimana salahnya. Selain berprestasi di sekolah, teman sekelas Pak Saladin ini juga dikenal aktif di OSIS dan mengikuti ekstra kurikuler karate.

Mbak Puji mengungkapkan betapa dia sangat berterimakasih karena didikan SMA Muhi masih terbawa sampai sekarang, baik dalam dunia pekerjaannya maupun dalam bermasyarakat. Bagi Mbak Puji, kesuksesan tidak hanya selalu diukur dengan materi. Kesuksesan justru akan dilihat dari bagaimana kita membawa diri di masyarakat agar hidup kita berguna untuk orang lain. Mbak Puji juga menambahkan bahwa kunci sukses diantaranya dia tidak pernah meninggalkan tahajud, puasa senin kamis dan dhuha yang sudah dilakukannya sejak SMP. Kepada adik-adik siswa Muhi, Mbak Puji berpesan supaya selalu membentengi diri dengan iman yang ada di dalam diri dan semestinya selalu dipupuk.

Mbak Puji bisa dikontak melalui Hp nya di : 08154071392